QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Tetaplah Berkhidmat Kepada Al Quran, Duhai Saudaraku!

8

Allah swt. telah menjadikan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Ibarat kereta api, maka relnya sudah paripurna di dalam Al Quran. Maka, tidak perlu mencari petunjuk atau pegangan selain Al Quran. Cukuplah dengan firman-firman Allah swt. di dalam Al Quran untuk kita jadikan petunjuk hidup.

Dari firman-firman Allah swt. tersebut, kita akan mendapati untuk taat kepada Nabi Muhammad saw., yang kita kenal dengan As Sunnah. Dan seluruh lini kehidupan manusia dari segala aspek sudah Allah swt. sediakan seperangkat aturan sempurna di dalam Al Quran. Sehingga berkhidmahlah kepada Al Quran, agar tidak tersesat dan selamat di akhirat.

(Baca Juga: Hafal Al Quran 30 Juz Dalam 40 Hari? Insya Alloh Bisa! Cari Tahu Caranya Disini.)

Berkhidmat kepada Al Quran adalah ketika kita mampu mencintai Al Quran sepenuhnya. Saya mempunyai pedapat sendiri, apa yang disebut mencintai Al Quran sepenuhnya adalah ketika kita melaksanakan lima hal sebagaimana disampaikan di awal. Yakni, interaksi yang harus kita dawamkan dan laksanakan secara istiqamahkan kepada Al Quran.

Membacanya (Tilawah, Tadarrus, Tartil)

Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al Quran) dan melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (TQS. Fathir: 29-30)

Dari Abi Amamah Al-Bahiliy ra., ia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya Al Quran pada hari kiamat akan menjadi syafa’at bagi pemilik (ashaab Al Quran/pembaca dan lainnya) Al Quran.” (HR. Muslim)

Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud ra., ia berkata bahwa telah bersabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang membaca satu ayat dari kitab Allah (Al Quran) baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi Alif itu satu huruf, Lam itu satu huruf, dan Mim itu satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari Tamim Ad-Dariy ra., ia berkata, tetah bersabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang membaca 100 ayat pada malam hari, maka tercatat baginya pahala (beribadah) sepanjang malam (qunuutu lailaitin).” (HR. Ad-Darimi)

Dari ‘Aisyah ra., ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw., “Orang-orang yang mahir (baik) dalam membaca Al Quran ia akan bersama para malaikat yang mulia, dan orang-orang yang membaca Al Quran dan ia terbata-bata dalam membaca, dan sulit membedakan antar huruf, maka baginya dua kebaikan.” (HR. Muslim)

Menghafalnya (Tahfizh)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah saw. mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Quran mereka. Setiap orang di antara mereka ditanya sejauh mana hafalan Al Qurannya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah saw., “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” Ia menjawab, “Aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah.” Rasulullah saw. kembali bertanya, “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab, “Betul.” Rasulullah saw. bersabda, “Pergilah dan engkau menjadi ketua rombongan itu!” Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata, “Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya.” Mendengar komentar itu, Rasulullah saw. bersabda, “Pelajarilah Al Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur –dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Quran- adalah sepeti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak wangi misik.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Penghafal Al Quran akan datang pada Hari Kiamat, kemudian Al Quran akan berkata, “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kehormatan).”Al Quran kembali meminta, “Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah.” Kemudian Al Quran memohon lagi, “Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya.”Dan diperintahkan kepada orang itu, “Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah saw. bersabda, “Jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Quran adalah tingkatan yang paling di atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.” (HR. Ahmad)

Dari Buraidah Al-Aslami ra., ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda. “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya, “Apakah Anda mengenalku?” Penghafal tadi menjawab, “Saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata, “Saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan di tangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, “Kenapa kami diberi dengan pakaian seperti ini?” Kemudian dijawab, “Karena anakmu hafal Al Quran.” Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi diperintahkan, “Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.” (HR. Ahmad)

Mempelajarinya (Tadabbur, Ta’allum)

Dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada Hari Kiamat, cahanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubbah ini?” Dijawab, “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.” (HR. Al-Hakim)

Mengamalkannya (Tahkim)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al Quran), maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” (TQS. Thaha: 124)

“Kemudian kamu membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (TQS. Al-Baqarah: 85)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah: 208)

Menyampaikannya (Tabligh)

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (TQS. Fushsshilaat: 33)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS. An-Nahl: 125)

Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

(Baca Juga: Hafal Al Quran 30 Juz Dalam 40 Hari? Insya Alloh Bisa! Cari Tahu Caranya Disini.)

Semoga kita selalu berkhidmat kepada Al Quran. Menjadikan Al Quran ada dalam hati, lisan dan perbuatan kita. Sehingga kita semua termasuk hamba-Nya yang beruntung, kelak dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad saw., serta berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita kasihi di surga-Nya. Allohumma Aamiin.

 

Disalin dan ditulis ulang dari artikel berjudul, “Berkhidmat pada Al-Quran“, 15 Februari 2017, oleh Abu Sulthan (arrahmah.com).

You might also like