QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Siapakah Sebenarnya Orangtua Yang Mandul Itu?

16

Jika ada pertanyaan, siapakah orang yang manduldiantara kita? Tentu banyak yang menjawab bahwa orang yang mandul adalah orang yang tidak diberikan keturunan ataupun sudah lama menikah belasan tahun tetapi tidak mendapatkan keturunan yang dititipkan Allah melalui rahim istrinya. Tapi tahukah kita, bahwa pengertian mandul tersebut tidak seratus persen benar maupun salah. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya:

 

Bila kita renungkan kembali hadits Nabi saw.:

“Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah engkau siapakah yang mandul?” Para sahabat menjawab; “Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”. Lalu Rasulullah bersabda; Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia.” (HR. Ahmad)

Jadi pengertian mandul (tidak mempunyai keturunan) hari ini kurang tepat. Tetapi seorang yang mandul adalah para orangtua yang hanya mempunyai anak-anak biologis dan tidak memiliki anak-anak ideologis. Para orangtua yang gagal mencetak anaknya untuk menjadi shalih dan mau berjuang di jalan Allah. Merekalah orangtua yang mandul berdasarkan hadits nabi di atas.

Disinilah kita mengerti betapa banyak diantara kita yang mandul. Kita tidak mampu mempengaruhi anak, sebab anak-anak lebih banyak dipengaruhi oleh kawan, televisi dan lingkungannya. Sehingga anak-anak tersebut bertumbuh kembang tidak menjadi hamba Allah dan membawa manfaat kepada agama Allah, namun mereka tumbuh menjadi hamba dunia dan tidak mengerti islam. Imam Al Qurthubi Rahimahullahu berkata;

 

(Baca Juga: Ingin Anak Anda Hafal Al Quran 30 Juz Dan Berbakti Kepada Orangtuanya? Upayakan Pendidikan Agama Mereka Disini!)

 

“”Tidak ada perniagaan yang membahagiakan pandangan laki-laki kecuali ia mendapatkan anak-anaknya menjadi shalih dan mereka senantiasa memikirkan agama Allah.”

Jadi, tidak semua anak bisa menjadi investasi akhirat. Dan memang tidak banyak orang tua shalih yang mampu mencetak anak-anaknya menjadi shalih, sehingga bermanfaat panjang untuk kehidupan orangtuanya di masa tua atau di akhirat kelak. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: “Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini?” Maka dikatakan padanya: “(Ini semua) disebabkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu”.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan memiliki anak yang shalehserta keutamaan menikah untuk tujuan mendapatkan keturunan yang shaleh. Imam al-Munawi berkata:

 

(Baca Juga: Ingin Anak Anda Hafal Al Quran 30 Juz Dan Berbakti Kepada Orangtuanya? Upayakan Pendidikan Agama Mereka Disini!)

 

“Seandainya tidak ada keutamaan menikah kecuali hadits ini saja maka cukuplah (menunjukkan besarnya keutamaannya).”

Betapa kita harus memberi perhatian besar pada anak kita. Berapa banyak anak aktivis yang tidak menjadi aktivis. Berapa banyak anak pejuang ideologis terpaksa ikut pembinaan, maka saya sangat mengapresiasi ukhti yang menyebutkan bahwa banyak anak aktivis ideologis yang sebenarnya gak mau ngaji, hanya terpaksa karena orangtuanya, sehingga perlu diputihkan lagi dan dimulai dari awal apa betul anak itu mau belajar atau hanya sekedar ikut-ikutan tanpa pemahaman dan semangat yg benar. Menjadi faham itu perlu aktivitas berfikir. Bukan hanya sekedar nebeng ketenaran orang tua. Subhanalloh.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang, “Siapakah Sebenarnya Orangtua Yang Mandul Itu”. Semoga Allah swt. memberkahi anak-anak kita semua, dan menjadikan meraka anak-anak yang sholeh/sholeh serta memberi bobot di muka bumi ini dengan kalimatulloh. Allohumma Aamiin.

Diedit dari tulisan, Ustadz Oemar Mita, Lc.

You might also like