QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Keutamaan Membaca, Mengamalkan dan Menerapkan Al Quran

11

Membaca dan memahami isi Al Quran adalah sesuatu yang seharusnya sudah menjadi amalan sehari-hari seorang muslim karena begitu besar manfaat dan keutamaannya. Tetapi ada dua hal yang sering kali luput dilakukan seorang muslim, yaitu mengamalkan dan menerapkannya. Mengapa demikian? Yuk simak artikelnya berikut ini:

Setiap Muslim, siapapun orangnya, pasti akan mengklaim bahwa Al Quran adalah pedoman hidupnya. Namun faktanya, jangankan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, sekadar membacanya saja masih banyak yang enggan. Padahal kebanyakan mereka juga sudah sangat memahami keutamaan membaca Al Quran, apalagi mengamalkan dalam kehidupan, termasuk tentu saja memperjuangkannya agar Al Quran benar-benar bisa diterapkan dalam mengatur seluruh aspek kehidupan.

(Baca Juga: Ingin Hafal 30 Juz Al Quran Sebagai Bekal Memafahami Dan Mengamalkannya?)

Tentang keutamaan mengemban Al Quran (membaca, mengamalkan dan menerapkan Al Quran), Anas bin Malik ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Allah swt. memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Beliau ditanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para pembaca dan pengamal Al Quran, itulah keluarga Allah; mereka termasuk yang Dia istimewakan.” (Al-Ajiri, Akhlaq Ahl al-Qur’an, I/3).

Abdullah bin Umar ra menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Akan dikatakan kepada para pembaca Al Quran pada Hari Kiamat, ‘Bacalah,  naiklah beberapa derajat (di surga)…Sesungguhnya kedudukan kamu ada di akhir ayat yang kamu baca.’” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/172).

Di surga nanti, bahkan para pembaca Al Quran memiliki kedudukan yang istimewa. Ummu ad-Darda’ pernah bertanya kepada Aisyah ra tentang orang yang masuk surga dari kalangan pembaca Al Quran, apa kelebihannya dibandingkan dengan orang yang tidak membaca Al Quran. Aisyah ra. menjawab, “…Sesungguhnya orang yang masuk surga dari kalangan pembaca Al Quran maka tidak ada seorang pun yang lebih tinggi dari diri mereka.” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/155)

Hal ini wajar belaka. Pasalnya, sebagaimana dituturkan oleh Abdullah bin Umar ra, “Siapa saja yang membaca Al Quran adalah seperti sedang meniti jalan kenabian, hanya saja Al Quran tidak diwahyukan kepada dirinya.” (Ibn Abi Syaibah, Al-Mushannaf, VII/155)

Tentang keutamaan membaca Al Quran, Ibrahim al-Hijri menuturkan dari Abu al-Ahwash dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah saw. juga pernah bersabda, “Pelajarilah oleh kalian Al Quran dan bacalah. Sesungguhnya kalian diberi pahala atas bacaannya setiap huruf dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak menyatakan alif lam mim itu dibalas dengan sepuluh kebaikan, tetapi alif sepuluh kebaikan, lam sepuluh kebaikan dan mim sepuluh kebaikan. Sesungguhnya Al Quran adalah cahaya yang terang, obat yang bermanfaat,  kesuksesan bagi siapa saja yang mengikutinya dan perlindungan bagi orang yang berpegang teguh padanya…” (Al-Ajiri, Akhlaq Ahl al-Qur’an, I/5).

Ali bin Abi Thalib ra menuturkan bahwa Rasulullah saw. juga bersabda, “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Bahkan baik sekali jika membaca Al Quran dilakukan secara bersama-sama di masjid dengan saling menyimak dan meluruskan bacaannya. Dalam hal ini, Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pun pernah bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, lalu mereka membaca dan saling mengajari Al Quran di antara mereka, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketentraman, diliputi rahmat, dinaungi para malaikat, dan akan disebut-sebut oleh Allah bersama-sama mereka di sisi-Nya.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Al Quran bahkan akan menjadi syafaat pada Hari Kiamat nanti bagi para pembacanya. Sabda Nabi saw., “Bacalah oleh kamu Al Quran, sesungguhnya (Al Quran) itu datang pada Hari Kiamat menjadi syafaat bagi pembacanya.” (HR Muslim).

Dengan semua keutamaan itu, wajarlah jika para sahabat berlomba-lomba membaca, mempelajari dan mengamalkan kandungan Al Quran. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw. menyuruh Abdullah bin Umar agar mengkhatamkan Al Quran seminggu sekali (HR Ahmad). Begitu pula para sahabat seperti Usman bin ‘Affan, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab; telah menjadi wiridnya untuk mengkhatamkan Al Quran pada setiap hari Jumat. Namun demikian, paling tidak, hendaknya setiap Muslim bisa mengkhatamkan Al Quran sebulan sekali.

Itu baru keutamaan membaca dan mengkaji Al Quran. Bagaimana dengan mengamalkan dan menerapkan Al Quran dalam kehidupan? Tentunya, jauh lebih utama. Karena, walaupun mengkaji dan mempelajarinya adalah kewajiban karena termasuk dalam thalabul ilmi, tetapi membaca Al Quran merupakan perkara sunnah. Keduanya tentu tidak memberikan faedah bahkan sia-sia jika Al Quran tidak diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan. Karena, tidak mengamalkan dan menerapkan Al Quran secara sengaja termasuk dalam tindakan mengabaikan Al Quran yang nyata-nyata telah diharamkan oleh Allah swt. Allah swt. berfirman yang artinya: Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran ini sebagai sesuatu yang diabaikan.”  (TQS al-Furqan [25]: 30). []

Disalin dan ditulis ulang dari artikel berjudul, “[99] Keutamaan Mengemban Al Quran“, 5 Maret 2013, oleh abi.

You might also like