QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Fakta-fakta Unik Al Quran Yang Tidak Banyak Diketahui

3

Ilustrasi Manuskrip Al Quran Periode Awal Islam Yang Tersimpan di Universitas Birmingham. Sumber: en.wikipedia.org

Al Quran adalah kitab suci umat Islam, fakta yang tentunya telah kita ketahui. Membaca Al Quran akan mendatangkan pahala yang besar, fakta yang juga sudah kita ketahui bersama. Kita pun sudah tahu bahwa Al Quran merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Rasulullah saw. Pun Al Quran diturunkan di bulan Ramadhan, kita juga tentu sudah mengetahuinya. Namun ternyata, masih banyak fakta-fakta unik lainnya yang mungkin belum kita ketahui tentang Al Quran. Berikut ini fakta-fakta unik Al Quran yang kami rangkum:

Pertama, Tahukah kita bahwa Al Quran kerap disebut juga sebagai Al Furqan, At Tanzil, Adz Dzikr, dan Al Kitab? Allah swt. telah memberikan sifat-sifat yang luhur kepada Al Quran, seperti nur (cahaya), hudan (petunjuk), rahmat, syifa’(obat), mau’izhah (nasihat), ‘aziz (mulia), mubarok (yang diberkahi), basyir(pembawa berita gembira), nadzir (pembawa kabar buruk) dan sifat-sifat lain yang menunjukkan kebesaran dan kesuciannya.

(Baca Juga: Cepat dan Mudah Menghafal Al Quran 30 Juz Selama 40 Hari?)

Kedua, Tahukah kita bahwa beberapa surat dalam Al Quran memiliki nama lebih dari satu? Sebut saja surat At Taubah yang juga dinamakan surat Baraa-ah, surat Al Israa’ yang juga dinamakan surat Bani Israil, surat Faathir yang juga dinamakan surat Al Malaaikah, serta surat Al Insaan yang juga dinamakan surat Ad-Dahr. Keempat surat tersebut di atas adalah contoh surat Al Quran yang memiliki dua nama. Sementara itu, surat Fushshilat dan Al Mukmin memiliki tiga nama. Surat Fushshilat juga dinamakan sebagai surat Haa dan Miim As-Sajdah. Sedangkan surat Al Mukmin juga dinamakan surat Ghafir dan Ath Thaul. Jadi kamu tidak harus bingung karena nama-nama tersebut memang ditujukan untuk menyebut satu surat yang sama.

Ketiga, Tahukah kita mengapa surat At Taubah tidak diawali kalimat basmallah? Hal tersebut dikarenakan surat At Taubah adalah pernyataan perang yang mengajak segenap kaum muslim untuk memerangi seluruh kaum musyrikin. Menurut para mufassir (ahli tafsir) penggunaan kalimat basmallah dinilai tidak cocok diawal surat ini karena kalimat tersebut bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Keempat, Tahukah kita berapa kali nama Nabi Muhammad saw., Nabi Isa as., serta Nabi Musa as. disebutkan dalam Al Quran? Kata Muhammad disebutkan sebanyak 4 kali, Isa 25 kali, dan Musa 131 kali. Lebih banyaknya Nabi Isa disebut dalam Al Quran inilah yang kemudian dijadikan senjata oleh kaum Nasrani untuk tidak mengakui kenabian Muhammad saw. Padahal kalau logika berpikirnya dibalik, hal tersebut merupakan penghormatan dan pengakuan Islam terhadap kenabian Isa as.

Kelima, Bagaimana dengan kata lelaki dan perempuan, kehidupan dan kematian, dunia dan akhirat, serta malaikat dan setan? Masing-masing kata tersebut disebut berimbang dalam Al Quran. Kata lelaki (al rajul) dan perempuan (al mar’ah) masing-masing disebut sebanyak 24 kali, kata kehidupan (al hayat) dan kematian (al maut) masing-masing disebut sebanyak 145 kali, kata dunia (al dunya) dan akhirat (al akhirah) masing-masing disebut sebanyak 115 kali, serta kata malaikat (al malaikat) dan setan (al syayateen) masing-masing disebut sebanyak 88 kali.

Keenam, Kata bulan (al shahru) disebutkan 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam 1 tahun. Kata hari (al yauum) disebutkan 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun. Kata lautan (al bahar) disebutkan 32 kali dan daratan (al barr) disebutkan 13 kali sehingga ketika dijumlahkan menjadi 45. Coba bagi jumlah kata daratan dan lautan tersebut dengan angkah 45 dan masing-masing kalikan 100% niscaya didapat luas lautan 71,11 % dan luas daratan 28,88 %.

Ketujuh, Tahukah kita bahwa ada 10 ragam langgam baca Al Quran disebut qiraat. Para ulama mendefinisikan qiraat sebagai perbedaan kata-kata wahyu dalam lafal, membawakan, dialek dan posisi dalam kalimat yang kesemuanya diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi saw. Kesepuluh qiraat tersebut masing-masing merujuk kepada seorang imam qiraat yang terkenal dengan dua orang rawi. Berikut nama-nama imam tersebut beserta para perawinya.

  1. Nafi‘ al Madani, dua perawinya adalah Qalun dan Warsy.
  2. Ibnu Katsir Al Makki, dua perawinya adalah Al Bazzi dan Qunbul.
  3. Abu Amr Al Bashri, dua perawinya adalah Hafsh Ad-Duri dan As-Susi.
  4. Ibnu ‘Amir Asy-Syami, dua perawinya adalah Hisyam dan Ibnu Zakwan.
  5. ‘Ashim Al Kufi, dua perawinya adalah Syu‘bah dan Hafsh.
  6. Hamzah Al Kufi, dua perawinya adalah Khalaf dan Khallad.
  7. Al Kisai Al Kufi, dua perawinya adalah Abul Harits dan Hafsh Ad-Duri.
  8. Abu Jakfar Al Madani, dua perawinya adalah Ibnu Wardan dan Ibnu Jimaz.
  9. Ya‘qub Al Hadrami, dua periwayatnya adalah Ruwais dan Rauh.
  10. Khalaf Al ‘Asyir, dua periwayatnya adalah Ishaq dan Idris.

Tentu masih banyak lagi samudera Al Quran yang belum kita ketahui baik kedalaman makna maupun “keunikan” lainnya. Subhanallah. []

Referensi: Percikan Iman .

You might also like