QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Betapa Beruntungnya Orangtua Yang Memiliki Anak Sholeh

2

Mendidik dan mengasuh seorang anak sehingga menjadi pribadi yang sholeh dan sholeh merupakan salah satu keberuntungan yang besar bagi orangtua, baik di dunia maupun di akhirat. Ingin tahu mengapa? Yuk lihat penjelasannya di artikel berikut:

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah saw., keluarga dan para sahabatnya.

Kasus pemerkosaan terhadap Yuyun (14 tahun) di Bengkulu mengagetkan dunia pendidikan Indonesia. Siswi kelas 1 SMP ini meninggal dunia setelah digilir 14 ABG yang sedang mabuk. Jasad Yuyun dibuang ke dalam jurang sedalam 5 meter di Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding, Bengkulu.

Kenakalan remaja yang sudah kelewat batas, tak mengenal norma dan belas kasih, tak tahu halal haram, dan memperturutkan syahwat;  gambaran terhadap 14 remaja tersebut.

Kesedihan bukan saja menimpa orangtua Yuyun. Orang tua dari 14 anak tersebut juga demikian. Dibuat malu dan menanggung susah atas kenakalan anak-anak mereka. Apa yang bisa diharapkan lebih dari anak-anak bermental demikian? Kesholehan dan doa baiknya?

(Baca Juga: Ingin putra/putri Anda hafal Al Quran 30 juz dan juga terbina akhlak Islamnya?)

Bagi orangtua, anak menjadi tumpuan masa tuanya. Bahkan setelah wafatnya keberadaan anak sholeh sangat berharga buat dirinya. Sehingga mendidik anak, membina akhlaknya, membesarkan dalam ketakwaaan dan kesholehan adalah kebutuhan dirinya sekaligus kewajiban dari Allah atasnya.

Ketika anak tumbuh dewasa dengan kesholehan, orangtua akan memperoleh pahala dari amal sholehnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. Maksudnya, amal-amal sholeh yang dikerjakan anaknya maka orangtuanya mendapatkan pahala seperti yang didapatkan anaknya, jika orangtuanya memiliki andil menunjukkannya kepada kebaikan, membiayai pendidikannya, atau mendoakannya.

Ini didasarkan kepada sabda Nabi saw.,

“Siapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahalanya seperti pahala yang diperoleh orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan siapa yang menyeru kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa seperti dosa yang didapatkan pengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

Jika orangtua tidak pernah mengarahkan anaknya menjadi baik dan tidak mengajarkan persoalan agama kepadanya, maka orangtua tidak mendapatkan pahala atas amal-amal sholeh anaknya. Karena ia tidak memiliki andil dalam kesholehan anaknya.

Lebih dari itu, anak-anak sholeh mendoakan kebaikan untuk orangtuanya, memintakan ampunan dan rahmat untuknya. Inilah yang paling dibutuhkan seseorang di kuburnya.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila seseorang meninggal dunia maka (pahala) amalnya terputus kecuali 3 perkara: shodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Di hadits lain, Rasulullah saw. menerangan 7 amalan yang pahala akan terus mengalir kepada hamba saat ia berada di kuburnya setelah wafatnya. Salah satunya,

“Atau meninggalkan anak yang memintakan ampunan untuknya setelah meninggalnya.” (HR. Al-Bazzar dalam Kasyful Astar dari Anas bin Malik. Dihassankan Syaikh Al-Albani di Shahih Al-Jami’, no. 3602)

“Dan laki-laki yang meninggalkan anak sholeh, anak itu mendoakan kebaikan untuknya.” (HR. Ahmad dan Al-Thabrani, dihasankan Al-Albani di Shahih al-Jami’, no. 877)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di Majmu’ Fatawanya menyebutkan bahwa doa anak untuk orangtuanya memiliki keistimewaan karena anaknya termasuk dari usahanya. Seperti firman Allah Ta’ala,

“Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (TQS. Al-Masad: 2).

salah satu makna “apa yang ia usahaan” adalah anaknya.

Sabda Nabi saw., “Sesungguhnya makanan terbaik yang dimakan seseorang adalah hasil usahanya, dan sesungguhnya anak termasuk dari usahanya.”

Orang tua menjadi sebab adanya anak dan membesarkannya, maka amal anak termasuk dari usahanya sendiri. Berbeda dengan suadara, paman, keponakan dan selainnya, doa mereka bermanfaat untuk yang didoakan. Bahkan doa orang lain yang bukan kerabat juga bermanfaat. Tetapi doa tersebut bukan dari hasil usahanya sendiri. Berbeda dengan doa anak kandungnya yang telah dididiknya dengan baik.

Doa anak sholeh mendatangkan keberkahan untuk orangtuanya. Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seoang hamba sholeh di surga, lalu ia berkata: Wahai Tuhanku, darimana aku dapatkan semua ini? Kemudian Allah menjawab: Dengan sebab istighfar anakmu untuk dirimu.” (HR. Ahmad)

Imam Ibnu Katsir mengomentari hadits ini, “Sanadnya shahih”. Hadits ini memiliki penguat dari hadits Muslim tentang terputusnya amal seseorang sesudah meninggalnya kecuali tiga perkara.

Wallahu A’lam.

You might also like