QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

3 Tingkatan Tipu Daya Setan Atas Calon Penghafal Al Quran

7

“3 Tingkatan Tipu Daya Setan Atas Calon Penghafal Al Quran”, Yang Dikutip Dari Buku Panduan Menghafal Al Quran Yang Menjadi Buku Panduan Utama Proses Belajar Mengajar Program-program Pesantren Tahfizh Al Quran MataQu.

 

Setan adalah makhluk Alloh swt. yang telah bersumpah untuk menghadang hamba-hamba Alloh swt. yang hendak mengerjakan kebajikan. Ia akan mengerahkan segala daya upaya dan tanpa mengenal lelah, terus menerus, dan pantang menyerah. Semakin tinggi tingkat kebajikan yang hendak dilakukan manusia, semakin besar pula seta mengerahkan perlawanan dan tipu dayanya.

(Baca Juga: Mau Lebih Cepat Dan Semangat Menghafal Al Quran? Jangan Cuma Sendirian! Yuk Menghafal Bersama Para Muhafizh di Puncak-Bogor. Cari Infonya Sekarang!)

Setan terus berusaha menghalang-halangi niat baik seorang hamba dalam menghafal Al Quran dengan berbagai macam cara. Ditakut-takutinya manusia dengan sulitnya metodde, biaya yang terbatas, khawatir berkurang penghasilannya, usia yang tidak lagi muda, hingga panjangnya angan-angan karena masih segar bugarnya fisik atau karena merasa itu bukan bidang dan minatnya. Jadinya mereka menunda-nunda berbuat kebaikan, hingga kemudian habislah jatas usianya dan ia bahkan belum sempat memulai perbuatan baik tersebut. Inilah tingkatan halangan tipu daya setan yang pertama.

Jika seorang hamba berhasil mengatasi halangan yang pertama, jadilah ia seorang muhsin (seorang yang berbuat kebaikan). Misalnya, dengan berusahanya dia menghafal Al Quran. Namun dasar setan, tentu ia tidak akan menyerah. Mulailah setan memasang halangan yang kedua, yaitu isti’jal atau sikap tergesa-gesa. Maka jadilah seorang muhsin yang terpengaruh halangan kedua ini bersemangat dalam melakukan kebaikan ketika diawal-awal, namun ketika menemui kesulitan sedikit, langsunglah ia menyerah dan berputus asa. Tidak berhenti sampai disitu, ketika ia semakin dalam terpengaruh, jadilah ia menganggap usahanya tersebut sia-sia dan berpalinglah ia pada kebaikan yang nilainya lebih “kecil”. Jadilah ia manusia yang lebih memilih menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang “kurang utama” dan memalingkan diri dari amalan yang “lebih utama”. Itulah tingkatan halangan tipu daya setan yang kedua.

(Baca Juga: Mau Lebih Cepat Dan Semangat Menghafal Al Quran? Jangan Cuma Sendirian! Yuk Menghafal Bersama Para Muhafizh di Puncak-Bogor. Cari Infonya Sekarang!)

Jika halangan kedua berhasil diatasi seorang muhsin sehingga ia istiqomah menjalankan kebaikan yang “berat” dan “utama”, tidaklah setan menyerah dari menggoda melakukan tipu daya. Hahkan ia tidak lagi menghalang-halangi orang tersebut dari amal kebaikannya. Justru semakin mendorong dan membantu orang tersebut untuk berbuat kebaikan. Tetapi dibalik bisikan “manis” tersebut, setan menyelipkan racun yang sangat merusak, berupa perasaan riya’ (ingin dilihat orang lain dalam berbuat kebaikan), sum’ah (ingin selalu didengar oleh orang lain), dan ujub (merasa diri paling hebat). Apabila hamba tadi terjerumus tipu daya setan tersebut, jadilah ia seorang yang “mulia” ditengah-tengah masyarakat tetapi “hina” dihadapan Alloh swt. Dan tidak ketinggalan pula, tingkat halangan ketiga inipun meliputi mereka-mereka yang secara sadar faham merusaknya riya’, sum’ah dan ujub, namun lantas “dipalingkan” oleh setan dari melakukan perbuatan tersebut karena khawatir ditimpa riya’ sehingga urunglah ia melakukan perbuatan baik tersebut. Itulah tingkatan halangan tipu daya setan yang ketiga.

Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Semoga kita semua dilindungi Alloh swt. dari 3 tingkatan tipu daya setan tersebut. Allohumma yassir umuurona. Allohumma Amiin.

You might also like