QURANIY.ID
Pesantren Tahfidz Quran Indonesia

Buktikan Iman dengan Memakmurkan Masjid

8

Related image

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At Taubah : 18).

Al-Hafizh Ibn Katsir menjelaskan, melalui ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala bersaksi atas keimanan seseorang yang memakmurkan masjid. Jika tidak maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak bersaksi sedikitpun. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda “Jika kalian melihat ada seseorang yang rutin kemasjid, maka saksikanlah oleh kalian orang itu beriman. Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam lalu membacakan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala : Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Alloh ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah [QS At Taubah : 18]. (shahih Ibn Khuzaimah no. 1502).

Maksudnya kalau seseorang masih jarang atau jauh dari masjid berarti imannya diragukan. Dengan kata lain, orang yang beriman itu adalah orang yang siap selalu memelihara dan menghidupkan masjid. Orang yang selalu peduli dengan kebersihan masjid, keindahannya, adzan dan iqomatnya sebab masjid yang tidak ada adzan jelas matinya, sholat berjama’ahnya, pengajiannya, pendidikannya, samapi pada fungsi dakwah dan sosialnya, sperti peduli pada fakir miskin dan anak-anak putus sekolah. Jika seseorang sudah terlibat aktif dalam menghidupkan masjid seperti itu berarti ia beriman dan dijanjikan surga. Jika belum, maka jaminanpun belum ada.

Orang yang memiliki kriteria seperti diatas, disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sebagai orang yang hatinya senantiasa bergantung dimasjid, saking cintanya: “Salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan disaat dikumpulkan di mahsyar sesudah kebangkitan adalah) orang yang hatinya senantiasa tergantung dimasjid (dalam riwayat lain: saking cintanya dari keluar masjid sampai kembali ke masjid) (shahih al-Bukhari no. 660 dan Fathul-Bari).

Maksud hadits diatas, seseorang yang pasti diselamtkan oleh Allah pada hari kiamat adalah orang yang selalu sibuk memikirkan masjid dan selalu menjadikan masjid didalam hatinya.

Terkait hadits diatas Imam al-Bukhari jug memberikan tarjamah: Bab man jalasa fil-masjid yantazhirus-sholat. Artinya, tentang orang yang duduk dimasjid menunggu sholat. Maksudnya, orang yang sudah datang dari sejak sebelum adzan dikumandangkan. Hadits lain dicantumkan Imam al-Bukhari: “Para malikat senatiasa mendo’akan kesejahteraan salah seorang diantaramu selama ada ditempat sholatnya dan selama ia belum hadats atau batal. Do’a malaikat: Ya Allahampunilah orang ini. Ya Allah rahamtilah orang in. Seseorang diantaramu selamanya dinilai shalat selama ia tertahan oleh shalat dan tidak ada yang menghalanginya untuk pulang kerumah kecuali shalat.”(shahih al-Bukhari no. 660).

Apakah kita termasuk orang yang Allah bersaksi atas keimana kita?

Risalah NO. 5 TH. 53
Agustus 2015.

persis.or.id/buktikan iman dengan memakmurkan masjid

You might also like