Agar Kita Mendapat Petunjuk dan Rahmat Al Quran

ADA tiga perkara yang harus dilalui setiap orang yang dengan itu orang akan mendapat petunjuk dan rahmat Al Quran. Yang pertama adalah membacanya. Kemudian mentadabburinya. Dan terakhir adalah menjadikannya sebagai hujjah atas kita dan pedoman kita.

Imam Ghazali menyebutkan, Salafush shalih membaca Al Quran di malam hari dan mengamalkannya di siang hari,. Ulama lainnya menyatakan, Barangsiapa yang ingin tahu kalau dirinya cinta kepada Allah, maka hadapkan dirinya dengan Al Quran. Bila ia membacanya, menelaahnya, maka ia mencintai Allah,. Ibnu Suja mengkhatamkan Al Quran di rumahnya sebanyak 3.000 kali dalam shalat. Ini menunjukkan perbedaan kita dengan salafush shalih dalam hal membaca Alquran.

Kedua, mentadabburi maknanya. Alquran akan menjadi hidayah apabila kita memahami si Al Quran. Isi Al Quran meliputi berita tentang apa yang sudah terjadi dan akan terjadi (kiamat), perintah dan larangan, juga kabar gembira dan ancaman. Semua isi Al Quran akan bisa diamalkan bila kita memahami makna alquran.

Abi Jamrah ad Dhabai rahimahullah berkata, Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, Aku ini orang yang terbiasa membaca dengan cepat. Bolehkan aku membacanya dengan cepat?. Ibnu Abbas radliyallahu anhuma menjawab, Demi Allah! Aku membaca surat Al Baqarah dengan tartil sambil merenungkan maknanya lebih aku sukai daripada membacanya dengan cepat.

Menjadikan Al Quran sebagai hujjah dan pedoman. Banyak di antara kita yang tahu Al Quran adalah hujjah atas kita, namun kita tidak pernah mempelajari Al Quran agar kita paham isinya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Bagaimana mungkin menjadikan sesuatu sebagai pedoman hidup, namun kita tidak memahami maksud dan tujuannya?

Setelah melalui tahapan tersebut maka dengan idzin Allah, kita akan mendapatkan petunjuk dan rahmat melalui Al Quran.

Allahu Alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *